Diskon sudah jalan, promo sudah rutin, iklan juga aktif. Tapi kenapa revenue hotel tetap terasa berat dan profit tidak pernah maksimal?
Faktanya, banyak hotel terjebak di strategi lama: jual murah supaya kamar terisi. Padahal, tanpa hotel marketing strategi dan pendekatan ecommerce hotel yang tepat, diskon justru bisa jadi sumber kebocoran revenue. ecommerceloka akan membahas kenapa hotel yang sering diskon justru boncos, dan bagaimana strategi yang lebih sehat seperti yang diterapkan oleh ecommerceloka bisa membantu hotel keluar dari jebakan ini.
Diskon Bukan Masalah, Strateginya yang Salah
Diskon sebenarnya bukan musuh. Yang jadi masalah adalah ketika diskon dijadikan solusi utama untuk semua kondisi. Banyak hotel memberikan diskon tanpa:
- Perhitungan margin
- Analisa demand
- Segmentasi tamu yang jelas
Akibatnya, kamar memang terjual, tapi revenue tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.
Kenapa Hotel yang Sering Diskon Tetap Boncos?
1. Diskon Menarik Tamu yang Sensitif Harga
Promo besar cenderung menarik tamu yang hanya peduli harga. Tipe tamu ini:
- Jarang repeat booking
- Minim upselling
- Lebih mudah komplain
Dalam jangka panjang, ini merusak kualitas revenue hotel.
2. Margin Habis di Tengah Jalan
Diskon yang terlalu agresif sering tidak memperhitungkan:
- Komisi OTA
- Pajak dan service
- Biaya operasional harian
Hasil akhirnya, hotel terlihat ramai, tapi cashflow tetap tertekan.
3. Persepsi Brand Ikut Turun
Hotel yang terlalu sering diskon tanpa strategi akan membentuk persepsi:
“Kalau nunggu, pasti nanti lebih murah.”
Ini membuat tamu enggan booking di harga normal dan hanya menunggu promo berikutnya.
4. Marketing Jalan, Revenue Tidak Terarah
Banyak hotel fokus di traffic dan impresi, tapi lupa bahwa tujuan utama adalah profit. Tanpa pendekatan ecommerce hotel, marketing hanya menghasilkan kunjungan, bukan transaksi yang sehat.
Hotel kompetitor yang lebih stabil tidak berhenti diskon, mereka mengatur diskon dengan cerdas. Mereka menggunakan: Dynamic pricing, Segmentasi market, dan promo eksklusif direct booking. Di sinilah peran sistem ecommerce hotel menjadi penting, karena semua keputusan berbasis data, bukan insting.
Peran Ecommerce Hotel dalam Menghentikan Perang Diskon
Konsep ecommerce hotel memposisikan hotel layaknya toko online:
- Harga fleksibel sesuai demand
- Penawaran berbeda untuk tiap channel
- Fokus pada conversion rate, bukan sekadar traffic
Pendekatan ini membantu hotel meningkatkan revenue tanpa harus terus menurunkan harga.
Hotel Marketing Strategi yang Lebih Sehat dari Sekadar Diskon
Beberapa strategi yang lebih berkelanjutan:
- Bundling kamar dengan experience
- Promo terbatas berbasis waktu
- Value-added offer, bukan price cut
Strategi ini terbukti menjaga brand value sekaligus margin.
Bagaimana ecommerceloka membantu Hotel Keluar dari Jebakan Diskon
ecommerceloka membantu hotel membangun sistem penjualan yang lebih terkontrol melalui:
- Strategi ecommerce hotel berbasis data
- Sinkronisasi marketing dan revenue
- Optimalisasi direct booking tanpa perang harga
Fokusnya bukan sekadar kamar terjual, tapi revenue yang sehat dan berkelanjutan. Jika hotel kamu sering diskon tapi tetap boncos, besar kemungkinan masalahnya bukan di market, melainkan di strateginya. Diskon tanpa perhitungan hanya menciptakan okupansi semu. Saatnya beralih ke hotel marketing strategi yang lebih cerdas dengan pendekatan ecommerce hotel bersama ecommerceloka, agar setiap booking benar-benar menghasilkan profit, bukan sekadar ramai.
