Banyak pemilik hotel merasa sudah melakukan hotel marketing dengan maksimal. Sudah pasang iklan, sudah masuk OTA besar, sudah diskon, tapi hasilnya tetap sama: booking sepi atau tidak stabil.
Kalau ini yang terjadi, masalahnya sering kali bukan di budget, tapi di segmentasi pasar. Menjual hotel ke semua orang justru membuat strategi marketing tidak fokus, mahal, dan sulit menghasilkan booking berkualitas.
Kenapa Segmentasi Pasar Penting dalam Hotel Marketing?
Segmentasi pasar adalah proses menentukan siapa tamu ideal hotel Anda. Tanpa segmentasi yang jelas, hotel akan:
- Menarik tamu yang salah
- Boros biaya iklan
- Sulit bersaing di OTA
- Dapat booking tapi tidak profit
Dalam praktik hotel marketing modern, segmentasi adalah fondasi utama sebelum bicara iklan, promo, atau optimasi OTA.
Kesalahan Umum Hotel: Jual ke Semua Orang
Banyak hotel masih berpikir:
“Semua orang bisa menginap di hotel saya.”
Secara teori benar, tapi secara marketing ini sangat berbahaya.
Contoh dampaknya:
- Hotel city mencoba menarik backpacker, keluarga, dan corporate sekaligus
- Konten media sosial tidak relevan ke siapa pun
- Harga terlihat “nanggung” di mata semua segmen
Akhirnya, hotel kalah bersaing dengan properti yang lebih fokus ke satu segmen utama.
Contoh Segmentasi Pasar Hotel yang Lebih Efektif
Dalam strategi hotel marketing yang tepat, segmentasi bisa dibagi berdasarkan:
1. Tujuan Menginap
- Leisure / liburan
- Business / corporate
- Honeymoon
- Family trip
2. Budget & Behavior
- Budget traveler
- Mid-scale traveler
- Premium / luxury guest
3. Channel Booking
- OTA heavy user
- Direct booking oriented
- Corporate contract
Hotel yang jelas segmentasinya akan:
- Lebih mudah menentukan harga
- Lebih relevan saat promosi
- Lebih tinggi conversion rate
Segmentasi Pasar & Dampaknya ke OTA dan Direct Booking
Segmentasi yang tepat sangat berpengaruh pada:
- Judul & deskripsi OTA
- Visual foto & video
- Jenis promo yang ditawarkan
- Copywriting iklan
Contoh:
Hotel yang menyasar business traveler tidak perlu menjual “romantis sunset”, tapi:
- Lokasi strategis
- WiFi cepat
- Early breakfast
- Kemudahan check-in
Inilah kenapa banyak hotel terlihat bagus, tapi tidak convert.
Hotel Marketing Bukan Sekadar Iklan
Iklan tanpa segmentasi ibarat:
“Teriak di tengah pasar, tapi tidak tahu siapa yang mau diajak bicara.”
Dalam pendekatan hotel marketing yang berbasis data, segmentasi menentukan:
- Channel mana yang diprioritaskan
- Jenis konten yang dibuat
- Budget iklan yang lebih efisien
- Strategi pricing yang lebih sehat
Peran ecommerceloka dalam Menentukan Segmentasi Pasar Hotel
Di sinilah ecommerceloka berperan. Bukan sekadar mengelola channel penjualan, tapi membantu hotel memahami:
- Siapa tamu paling potensial
- Channel mana yang benar-benar menghasilkan
- Segmentasi mana yang paling menguntungkan
- Strategi marketing yang sesuai dengan karakter hotel
Pendekatan ecommerceloka tidak dimulai dari “pasang iklan”, tapi dari: analisis data, market behavior, dan positioning properti.
Tanda Hotel Anda Salah Segmentasi Pasar
Jika hotel Anda mengalami hal berikut, kemungkinan segmentasinya perlu dievaluasi:
- Banyak inquiry, tapi sedikit booking
- Booking ada, tapi profit tipis
- OTA ramai, tapi direct booking nol
- Iklan jalan, tapi cost tinggi
Masalah-masalah ini sering muncul bukan karena hotelnya jelek, tapi karena hotel marketing tidak tepat sasaran. Dan dengan pendampingan yang tepat seperti dari ecommerceloka, hotel bisa membangun strategi penjualan yang lebih stabil dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar booking jangka pendek.
